Photo by Kaleidico on Unsplash

Setiap perusahaan yang sukses tentu memiliki produk yang terjual laku. Tentu tujuan sederhana tersebut dilakukan melalui proses yang panjang dengan strategi yang dibutuhkan. Bagaimana agar sebuah produk bisa diminati dan dibeli banyak orang? Jawabannya adalah strategi marketing yang tepat.

Dalam dunia strategi marketing sendiri dikenal sebuah siklus yang bisa membuat penjualan Anda meningkat. Namanya adalah AIDA (Awareness, Interest, Desire, dan Action). Konsep ini secara umum adalah cara-cara yang dilakukan untuk mempersuasi calon pelanggan. Merubah seorang cold audience menjadi loyal  customers melalui 4 kunci tadi.

Menelah Konsep AIDA

Sebagai seorang yang baru memulai bisnis atau bahkan baru akan menyusun konsep bisnis, tentu pada fase ini Anda cukup kesulitan dalam membangun konsep pemasaran. Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan seperti jenis produk, target konsumen, serta lokasi usaha. Namun secara umum dalam strategi pemasaran konsep AIDA ini selalu digunakan.

1. Attention

Saat Anda sudah memproduksi sebuah barang atau jasa, tentu langkah awal yang perlu dilakukan adalah menunjukkan eksistensi. Membangun attention atau awareness agar orang sadar bahwa produk Anda hadir di tengah mereka. Bagaimana mereka bisa mendapatkan informasi mengenai produk tersebut jika Anda tidak menciptakan ruang eksistensinya.

Lalu bagaimana caranya membangun sebuah eksistensi dari produk? Zaman sekarang ini, strategi marketing menjadi lebih mudah karena kemajuan teknologi. Cost untuk sebuah pemasaran dalam jangka waktu lama tidak banyak. Anda bisa memanfaatkan berbagai platform media sosial seperti Facebook Ads, Twitter, Instagram Ads, Google Adwords, website, blog, dan banyak lagi lainnya. Intinya produk Anda mendapat ruang eksistensi yang cukup, di mana masyarakat bisa juga melakukan akses dengan mudah.

“Baca Juga Peluang Bisnis di Era Digital

2. Interest

Membangun sebuah atensi pada produk Anda saja ternyata kurang cukup, harus terjalin sebuah interes juga dengan para calon pelanggan. Interes dilakukan agar target konsumen secara perlahan menyukai produk yang Anda tawarkan.

Hal ini bertujuan agar cold audience secara perlahan bertransformasi menjadi enthusiast audience. Harapannya mereka juga menjadi turut serta mengenalkan hal baik mengenai produk Anda. Saat ini perusahaan banyak membangun interes melalui media sosial. Misal membangun relasi yang hangat antara Anda dengan netizen, membuat sebuah web series, membuat komik, iklan yang lucu, dan banyak lagi lainnya. Pada intinya, sebuah interes yang Anda bangun harus selaras dan relevan dengan produk barang atau jasa yang dipasarkan.

3. Desire

Interes yang tadi sudah terbangun dengan baik, maka calon pelanggan mulai muncul keinginan akan produk atau jasa Anda. Perlahan, mereka mulai ingin tahu dan mengomunikasikan apa saja value dan benefit yang muncul jika mendapatkan produk tersebut. Dalam tahap ini, Anda boleh menceritakan secara detail spesifikasi dan rincian produk Anda. Puaskanlah rasa ingin tahu mereka sembari memberi tahu bahwa akan banyak keuntungan yang akan didapat jika memiliki produk tersebut. Anda harus bisa meyakinkan mereka mengenai benefit dan value tadi, yang mungkin saja tidak bisa didapatkan di tempat lain.

4. Action

Pada fase ini dari berbagai calon pelanggan atau audience yang tertarik pada produk Anda mulai beralih kepada pembelian. Istilahnya adalah conversion rate, artinya berapa banyak calon pelanggan yang membeli produk Anda. Nilai conversion rate ini bisa menjadi salah satu penilaian strategi pemasaran yang Anda terapkan. Dalam fase ini, semakin bagus Anda menciptakan interes dan desire maka rasio dari conversion rate-nya semakin tinggi. Oleh karena itu sebelum memasuki fase ini, fase sebelumnya harus Anda bangun dengan baik. Karena peralihan dari satu fase ke fase yang lain, tentu memberikan dampak yang saling memengaruhi. Oleh karena itu strategi AIDA ini harus Anda susun dengan konsep yang terintegrasi dan tidak terpisah.

“Baca Juga Kelebihan Penggunaan Virtual Office”