Photo by Sara Kurfeß on Unsplash

Perkembangan media sosial yang begitu pesat memberi dampak signifikan bagi dunia bisnis. Banyak yang memanfaatkan media ini sebagai alat pemasaran, bahkan diprioritaskan menjadi yang utama karena audiensnya yang begitu besar.

Bisnis besar maupun kecil bisa memanfaatkan media sosial sebagai bagian dari strategi pemasaran. Tujuannya agar produk Anda mendapatkan perhatian dari audiens yang ada di setiap platform media sosial tersebut. Para audiens nantinya akan mendapat informasi yang lengkap dan utuh mengenai bisnis dan produk yang Anda tawarkan.

Namun, tidak semua platform media sosial cocok untuk pemasaran sebuah produk. Karena audiens yang ada juga berbeda-beda karakteristiknya. Oleh karena itu berikut ini adalah cara yang bisa Anda terapkan dalam memilih media sosial mana yang cocok untuk bisnis Anda.

1. Menentukan Target Audiens

Demografis setiap media sosial tentu berbeda. Hal ini tentu saja menyesuaikan dengan target produk yang Anda tawarkan. Misalnya untuk kalangan anak muda biasanya mereka aktif di Instagram, YouTube, Twitter, dan Snapchat.

Kemudian untuk kalangan profesional biasanya lebih banyak aktif di LinkedIn. Media sosial ini cukup bagus untuk perkembangan sebuah bisnis, karena banyak pelaku usaha yang aktif di sini. Kemudian jika target audiens Anda banyak diisi oleh kalangan usia menengah ke atas dan tinggal tidak di kota besar mereka biasanya lebih aktif di Facebook.

2. Sesuaikan Media Sosial dengan Jenis Bisnis

Selain membuat kategori kelompok audiens di tiap platform media sosial, Anda juga  perlu memilih media yang relevan dengan bisnis Anda. Misalnya Anda memiliki usaha dibidang design, maka platform yang paling cocok tentu saja Instagram dan Pinterest. Konten visual Anda tentu mendapatkan atensi lebih banyak jika dimuat di sana.

Berbeda jalnya dengan Facebook, LinkedIn, Twitter, dan blog, media tersebut lebih banyak menggunakan konten editorial. Artinya content marketing yang dibuat dalam bentuk artikel kreatif dan popular.

Sementara jika kebutuhan pemasaran Anda adalah bentu video, maka media yang tepat tentu saja YouTube. Saat ini platform tersebut memiliki pengguna yang paling banyak di antara yang lainnya.

3. Membuat Sebuah Content Strategy

Setelah menentukan media sosial mana yang paling tepat bagi bisnis Anda berdasarkan audiens dan kategorinya, maka sudah saatnya untuk menentukan strategi konten.

Tujuan dari pembuatan strategi konten media sosial ini yang pertama adalah membuat audiens memiliki kesadaran akan merek dan bisnis Anda. Oleh karena itu konten yang dibuat berisi informasi tentang produk barang atau jasa yang Anda tawarkan.

Kemudian setelah audiens memiliki kesadaran merek tersebut, Anda sudah bisa mengajak mereka untuk menggunakan produk tadi. Konten yang dibuat mencakup informasi keunggulan produk, konten promosi, iklan yang menarik, dan pemberian diskon.

4. Membangun Interaksi yang Baik dengan Audiens

Pola interaksi setiap media sosial tentu berbeda-beda. Misalnya di Twitter para audiens cenderung memberi komentar dalam jumlah kata yang sedikit. Bandingkan dengan media lain yang bisa memuat komentar hingga ratusan kata.

Pemilihan media sosial tentu didasarkan oleh pola interaksi yang Anda harapkan. Apakah Anda ingin interaksi yang singkat atau interaksi yang panjang. Semua itu tergantung pada jenis produk dan bisnis Anda. Hal yang terpenting adalah Anda mampu menciptakan pola interaksi yang lancar.

Keluhan, saran, dan kritik harus bisa Anda terima secara terbuka. Selain itu perkembangan produk, respon Anda terhadap feedback akan membuat mereka lebih merasa dihargai.

“Baca Juga Cara Penyusunan Anggaran Saat Memulai Proyek Bisnis”