Photo by Helloquence on Unsplash

Mengembangkan sebuah usaha kecil tentu menjadi keharusan. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbesar kapasitas perusahaan yang Anda miliki dalam produksi maupun penjualan. Salah satu hal yang perlu dilakukan saat mengembangkan sebuah bisnis adalah mengurus legalitas perusahaan.

Sebuah perusahaan yang memiliki legalitas, tentu bagi konsumen dianggap lebih kredibel dan terpercaya. Di zaman sekarang ini menjaga kepercayaan konsumen adalah hal yang mutlak. Terlebih bagi perusahaan yang baru saja berkembang.

Lalu hal-hal apa saja yang perlu dilakukan jika ingin perusahaan Anda memiliki dokumen legalitas? Simak caranya berikut ini.

1. Mendatangi Notaris

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah mendatangi seorang notaris. Beritahukan tujuan Anda yang ingin mengembangkan perusahaan sehingga membutuhkan dokumen pendukung. Misalnya pembuatan PT dan CV tentu membutuhkan akta perusahaan yang bisa dibuat oleh seorang notaris.

Akta perusahaan nantinya akan menjadi landasan paling awal pada saat legalitas usaha Anda mulai dibuat. Isi dari akta perusahaan biasanya terdiri dari struktur organisasi, modal awal, produk atau jasa dari perusahaan Anda, serta banyak lagi lainnya.

Bagi Anda yang ingin membuat perusahaan secara PT atau perseroan terbatas, maka membutuhkan pengesahan terlebih dulu dari Kemenkumham. Biasanya notaris akan mendaftarkan nama perusahaan Anda secara online.

2. Pembuatan Domisili Perusahaan Anda

Setelah akta serta SK Kemenkumham mengenai perusahaan Anda telah terbit, langkah berikutnya adalah membuat domisili perusahaan. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan dalam pembuatan domisili perusahaan, namun harus mempertimbangkan cost yang harus dikeluarkan.

Pembuatan domisili bisa dilakukan dengan virtual office yang terbukti jauh lebih menghemat biaya. Virtual office sendiri merupakan jenis kantor non fisik yang disewakan sebagai alamat legal dari perusahaan yang Anda bangun.

Fasilitas yang tersedia dalam virtual office sendiri mampu mendukung kegiatan perusahaan Anda dengan baik. Misalnya mengadakan meeting dengan karyawan, pertemuan bersama klien, atau mengadakan event tertentu. Dengan adanya virtual office Anda tidak perlu khawatir lagi untuk mengeluarkan biaya dalam jumlah besar ketika mengurus domisili perusahaan.

“Baca Lagi Benefit Virtual Office Yang Hanya 300 Ribu/Bulan”

3. Membuat NPWP Perusahaan

Dalam mengurus legalitas perusahaan maka Anda wajib mengurus NPWP. Prosedur pembuatan NPWP perusahaan cukup mudah. Anda hanya perlu mendatangi kantor pajak setempat, kemudian mengisi formulir pendaftaran pajak perusahaan. Pada saat mengurus NPWP Anda tidak perlu mengeluarkan biaya alias gratis.

Beberapa dokumen atau persyaratan yang harus Anda bawa saat mengurus NPWP perusahaan antara lain:

  • Akta perusahaan
  • Domisili perusahaan
  • SK dari Kemenkumham
  • KTP
  • NPWP penanggung jawab perusahaan Anda.

Ketika NPWP perusahaan telah dibuat, berarti Anda telah menyatakan sanggup untuk membuat dan melaporkan laporan pengeluaran dan pemasukan perusahaan Anda ke dinas pajak. Laporan ini cukup Anda lakukan satu bulan sekali saja

4. Membuat SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

Jika usaha yang Anda bangun terkait dengan perdagangan, maka diwajibkan untuk memiliki SIUP. Dalam mengurus dokumen ini ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. SIUP sendiri terbagi menjadi 3 jenis. Pertama adalah SIUP Besar untuk perusahaan yang memiliki modal di atas 500 juta rupiah.

Kemudian yang kedua adalah SIUP menengah untuk perusahaan dengan modal sebesar 200 hingga 500 juta rupiah. Dan yang terakhir adalah SIUP kecil dengan modal atau kekayaan bersih dari pemilik sama atau lebih kecil dari 200 juta rupiah.

Dalam mengurus SIUP bisa kita lakukan secara online, dan dokumennya akan kita terima dalam jangka waktu 1 hingga 2 minggu. Berikut ini adalah dokumen yang harus Anda persiapkan saat mengurus SIUP.

  • Scan KTP dari pemilik usaha
  • Scan NPWP
  • Scan Aktar dari Notaris mengenai pendirian perusahaan secara lengkap
  • Salinan pengesahan AD PT dari Menkumham
  • Salinan IG/HO
  • Neraca perusahaan (harus sama dengan modal dasar perusahaan Anda)
  • Pas foto pemilik usaha dengan ukuran 3×4
  • Salinan bukti lapor SPT tahunan (2 tahun terakhir), namun jika usaha Anda termasuk baru salinan ini tidak diperlukan.

Dalam pembuatan SIUP Anda tidak mengeluarkan biaya sama sekali. Prosesnya lebih cepat dan ringkas karena menggunakan sistem online

5. Membuat Tanda Daftar Perusahaan

Dokumen legalitas yang perlu Anda urus selanjutnya adalah Tanda Daftar Perusahaan (TDP). Dengan memiliki TDP, klien atau konsumen Anda menilai akan memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap perusahaan.

Mengurus legalitas perusahaan tentu memberi banyak keuntungan bagi para pengusaha. Perusahaan yang Anda jalankan tentu memiliki nilai kredibilitas yang tinggi di mata rekan bisnis, konsumen, mitra, dan klien Anda.

“Baca Lagi Perbedaan Antara Virtual Office Dan Kantor Konvensional”