Photo by Frank Busch on Unsplash

Dalam sebuah bisnis tentu mengenal istilah profit. Baik perusahaan manufaktur, perdagangan, jasa, dan lain sebagainya tentu memiliki profit dalam bisnisnya. Profit merujuk pada keuntungan yang diperoleh atas suatu kegiatan usaha. Dari sinilah dikenal pula istilah profitabilitas yang merupakan hasil yang didapat dengan usaha manajemen atas dana yang diinvestasikan pemilik perusahaan.

Untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan tersebut, dikenal istilah Rasio Profitabilitas. Lantas apa itu rasio profitabilitas? Berikut penjelasannya.

Pengertian Rasio Profitabilitas

Rasio profitabilitas merupakan perbandingan yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba atau keuntungan. Rasio profitabilitas memanfaatkan sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti modal, aktiva dan penjualan.

Rasio profitabilitas tersebut memberikan ukuran tingkat keefektivan manajemen perusahaan yang dapat ditunjukan dari laba atau keuntungan yang diperoleh dari penjualan atau pendapatan investasi tersebut. Jadi, rasio profitabilitas ini diperlukan perusahaan untuk pencatatan transaksi keuangan yang biasanya dinilai investor dan kreditur untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar hutang kepada kreditur.

Fungsi Rasio Profitabilitas

Dalam sebuah bisnis, tentu ada namanya rasio profitabilitas. Lantas apa fungsi dari rasio profitabilitas? Berikut diantaranya:

  1. Untuk pencatatan transaksi keuangan yang biasa dinilai oleh investor dan kreditur untuk menilai jumlah keuntungan investasi yang akan diperoleh.
  2. Untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar utang kepada kreditur berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya.
  3. Untuk mengukur keefektivitasan dan efisiensi manajemen perusahaan dari laba yang dihasilkan terjahadao penjualan dan investasi.
  4. Untuk menghitung dan mengukur keuntungan yang diperoleh dalam periode tertentu.
  5. Untuk menilai posisi keuntungan perusahaan di tahun sebelumnya hingga saat ini.
  6. Untuk menghitung pertumbuhan laba dari waktu ke waktu.
  7. Untuk menilai jumlah dari laba bersih sesudah pajak dengan modalnya.

Perlu diketahui bahwa rasio profitabilitas dalam bisnis dapat dibedakan menjadi empat macam sebagai berikut:

  1. Untuk menentukan net profit margin atau perbandingan total jumlah laba bersih dengan total jumlah pendapatan perusahaan.
  2. Untuk menentukan gross profit margin atau perbandingan total jumlah laba kotor dengan total jumlah pendapatan perusahaan.
  3. Untuk menentukan Return On Asset atau perbandingan total jumlah laba bersih dengan total jumlah aset yang dimiliki perusahaan.
  4. Untuk menentukan Return On Equity atau perbandingan total jumlah laba bersih dengan total jumlah modal saham yang dimiliki perusahaan.

Jenis-jenis Rasio Profitabilitas

Untuk meninjau kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dipakai maka perusahaan biasa menggunakan berbagai jenis rasio profitabilitas seperti berikut ini:

  • Gross Profit Margin

Gross profit margin merupakan rasio profitabilitas untuk menilai persentase laba kotor terhadap pendapatan yang dihasilkan dari pejualan. Biasanya laba kotor dipengaruhi oleh laporan arus kas yang berguna untuk mengukur efisiensi perhitungan harga pokok atau biaya produksi. Perhitungannya adalah Penjualan – Harga Pokok Penjualan.

  • Net Profit Margin

Net profit margin merupakan rasio profitabilitas yang berfungsi menilai persentase laba bersih yang didapat setelah dikurangi pajak terhadap pendapatan yang diperoleh dari penjualan. Perhitungannya Laba Bersih Setelah pajak : Penjualan.

  • Return On Assets Ratio

Return on assets ratio berfungsi untuk mengetahui nilai persentase dari keuntungan yang diperoleh perusahaan terkait sumber daya atau total asset sehingga efisiensi suatu perusahaan dalam mengelola assetnya. Perhitungannya Laba Bersih : Total Asset.

  • Return On Equity

Return on equity merupakan rasio profitabilitas yang berfungsi untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi pemegang saham dalam bentuk persentase. Perhitungannya Laba Bersih Setelah pajak : Ekuitas Pemegang Saham.

Itulah beragam jenis rasio profitabilitas, sebenarnya masih banyak lagi seperti return on investment, earning per share, return on capital employed dan return on sales ratio.

jadi, rasio profitabilitas bisa saja mengalami peningkatan atau penurunan dari tahun ke tahun. Hal ini dapat mengetahui apakah perusahaan tersebut dapat mengelola laba atau keuntungannya dengan baik atau tidak.

Biasanya, penurunan penjualan akan mempengaruhi laba atau keuntungan perusahaan itu sendiri. Dan biasanya, penurunan tersebut disebabkan karena adanya pergeseran kebutuhan masyarakat, sehingga dalam hal ini perusahaan harus berupaya untuk menurunkan harga jual produknya guna meningkatkan penjualan sehingga dapat di proyeksikan pengelolaan laba di masa yang akan datang.