(021) 28541720
Cara menganalisa pasar
Photo by Joshua Rawson-Harris on Unsplash

Ada suatu pernyataan menarik yang mengatakan bahwa masa depan sebuah bisnis berada pada tangan konsumennya. Hal tersebut memang benar, eksistensi bisnis akan tetap ada jika proses transaksi antara Anda sebagai yang menawarkan produk dan para konsumen sebagai pembeli. Oleh karena itu dalam memulai sebuah bisnis sangat penting untuk mengetahui apakah produk yang Anda keluarkan nantinya bisa terjual atau tidak.

Cara untuk menilai potensi produk Anda adalah dengan melakukan analisis pasar. Sebuah pasar potensial tentu sangat bagus bagi bisnis Anda, namun pasar yang tidak potensial justru akan memberi kerugian. Ada beberapa cara jika ingin menggali dan menganalisis pasar yang potensial, berikut ini penjelasannya:

1. Melihat Tren Permintaan Konsumen

Pendekatan permintaan menjadi salah satu cara yang paling baik ketika ingin mengetahui potensi sebuah pasar. Dari sana kita bisa apa saja yang menjadi kebutuhan seseorang dalam periode waktu tertentu. Manusia adalah makhluk yang selalu ingin lebih, jika kebutuhannya tidak terpenuhi dengan baik maka mereka akan terus mencari.

Dari sini tentu Anda bisa melihat sejauh mana pasar akan menerima produk Anda bisa. Apakah sesuai dengan permintaan mereka atau tidak. Permintaan pasar bisa Anda ketahui melalui jumlah kebutuhan, banyaknya konsumen, gender, pendidikan, usia, dan kondisi geografisnya.

2. Apa yang Menjadi Mayoritas Kebutuhan Konsumen

Sebelum membuat produk Anda tentu akan melihat bagaimana tingkat permintaan terlebih dahulu. Tinggi dan rendahnya tingkat permintaan dipengaruhi oleh kebutuhan mereka. Misalnya perlengkapan mandi tentu menjadi kebutuhan dengan permintaan yang tinggi, karena semua orang menggunakannya setiap hari.

3. Perhatikan Posisi Penawaran Anda

Cara menganalisis pasar berikutnya adalah mengetahui posisi penawaran. Dalam segi penawaran, maka kemampuan Anda sebagai pebisnis akan diuji. Dari sini Anda harus mampu membuat produk yang berkualitas dan sejalan dengan keinginan masyarakat. Distribusi produk juga harus lancar dan singkat, agar tidak ada jarak waktu yang lama ketika seorang konsumen membutuhkan produk Anda.

Namun Anda juga harus melihat bagaimana daya beli masyarakat. Biasanya hal ini terkait harga dan akses produk. Jika harganya terlampau mahal maka produk Anda tidak bisa laku. Oleh karena itu sesuaikan harga Anda dengan rata-rata budget yang mereka.

4. Ketahui Kapan Mereka Membutuhkan Produk Tersebut

Setiap produk memiliki masa waktu tertentu. Ada yang membutuhkan setiap hari, ada juga yang pada momen tertentu. Misalnya pada saat bulan Ramadan, tentu bahan pangan seperti bumbu-bumbuan akan banyak permintaan oleh masyarakat. Sementara nasi akan setiap saat mereka cari karena menjadi kebutuhan yang paling utama.

Konsumen tidak akan tertarik pada sebuah produk jika hadir pada waktu yang tidak tepat. Oleh karena itu lakukan riset yang mendalam mengenai produk yang Anda buat dalam segi waktu yang dibutuhkan oleh konsumen. Jangan sampai modal untuk membuat produk tinggi tapi waktu dan kebutuhannya tidak tepat. Bisnis Anda akan cepat rugi nantinya.

5. Mengetahui Karakteristik Konsumen

Cara menganalisis pasar yang terakhir adalah dengan mengetahui karakteristik konsumen. Potensi sebuah pasar juga bisa diketahui dari karakteristik konsumen tersebut. Ada banyak faktor yang memengaruhi karakteristik setiap individu. Mulai dari usia, jenis kelamin, pekerjaan, letak geografis, dan banyak lainnya.

Sebagai contoh yang paling sederhana kita bisa melihat dari segi usia, kebutuhan antara anak muda dan orang tua tentu jauh berbeda. Demikian juga dengan letak geografis, kebutuhan antara orang kota dan yang tinggal di desa tentu bisa berbeda. Dari karakteristik ini Anda bisa menciptakan sebuah produk yang sesuai, agar tidak salah target.

Kantor virtual, virtual office, virtual office jakarta, virtual office jakarta selatan.

“Baca Juga 5 Cara yang Bisa Dilakukan dalam Mempertahankan Loyalitas Pelanggan”