(021) 28541720
kebangkrutan nokia
Photo by Eirik Solheim on Unsplash

Kebangkrutan Nokia menjadi kabar yang cukup mengejutkan banyak pihak. Padahal Nokia merupakan produsen telepon pertama yang berhasil meluncurkan banyak sekali ponsel pada masanya. Kiprahnya sudah berjalan selama lebih dari 14 tahun lamanya dalam dunia telepon. Dahulu, belum ada yang sanggup menyaingi popularitas dan kesuksesan yang diperoleh Nokia.

Akan tetapi sebagai produsen telepon pertama, Nokia tidak mampu bertahan menghadapi kompetisi yang kian ketat serta kemunculan produk yang semakin inovatif. Nokia menjadi produsen telepon yang gagal dan tidak mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Minimnya investasi mereka pada teknologi lain yang potensial menjadi awal kehancuran perusahaan telepon genggam ini.

Penyebab Kebangkrutan Nokia

Nokia yang selalu mempertahankan tradisi dan tidak mau berinovasi ini pada akhirnya harus menerima kegagalan. Siapa sangka merek telepon yang terkenal di tahun 2000-an dan disebut sebagai ponsel sejuta umat bisa bangkrut saat ini.

Lantas apa penyebab bangkrutnya Nokia? Berikut diantaranya :

1. Merasa puas

Sebagai produsen telepon pertama dan memiliki banyak pengguna membuat Nokia merasa puas dan tidak benar-benar merencanakan masa depan dengan baik. Hal ini bisa dilihat dari meluncurnya ponsel iPhone di tahun 2007 sementara Nokia masih menggunakan E-series.

Dan seiring berkembangnya zaman, setiap ponsel mengalami perubahan yang luar biasa. Dan Nokia dinilai tidak mampu mengantisipasi, memahami, maupun mengatur perusahaannya untuk menghadapi perubahaan zaman.

2. Kurangnya inovasi

Selain iPhone, munculah Samsung yang mampu hadir dengan berbagai versi lain dan modifikasi dari tahun ke tahun. Sementara Nokia memiliki ponsel Windows dan Lumia yang muncul di tahun 2011 dan tidak memiliki teknologi dasar untuk mendorong penjualannya.

Ponsel yang diluncurkan Nokia ini dinilai tidak semenarik Samsung dan iPhone sehingga banyak pelanggan yang tidak tertarik dengan penampilannya.

Nokia juga tidak memiliki kamera depan, sementara pada masa tersebut sudah banyak ponsel yang memiliki kamera depan sehingga fitur dari ponsel Nokia ini dinilai tidak siap menyongsong perkembangan zaman di masa depan.

Berbagai platform dari Nokia juga sudah kalah saing dengan berbagai ponsel cerdas dari samsung dan iPhone. Pada akhirnya, seiring berkembangnya gadget baru dengan teknologi canggih yang beredar, Nokia pun menghilang dan tidak terdengar lagi kabarnya.

Nokia Tergerus Zaman

Berkembangnya zaman yang semakin canggih membuat Nokia  harus menerima kenyataan pahit. Meskipun Nokia sempat menyaingi beberapa ponsel, namun pada akhirnya Nokia  tidak mampu mempertahankan dan mengembangkan inovasinya. Menurut informasi yang beredar, kini Nokia sudah dibeli oleh Microsoft Office.

Menurut The Verge, nama Nokia sudah dihapus sejak tahun 2014 silam. Dan di negara Perancis lah yang pertama menghapus nama Nokia sekaligus dulunya yang pertama kali meluncurkan produk Nokia yakni Microsoft Lumia.

Negara lainnya juga tercatat telah memulai penghapusan nama Nokia. Rencananya, perusahaan Nokia ini akan beralih kepada bisnis pembuatan peta dan jaringan.

Selain hal yang telah disebutkan sebelumnya, banyak hal yang mempengaruhi kebangkrutan Nokia dan salah satunya yakni keangkuhan dari pemiliknya. Mungkin bagi pemiliknya, Nokia lah yang sudah berkuasa selama 14 tahun lamanya sehiingga tidak mudah disingkirkan dan disaingi ponsel lain.

Kemudian, ditambah lagi dengan adanya market share yang besar pada Nokia sehingga membuat Nokia tidak merencanakan apapun mengenai perkembangan ponselnya dan justru ditinggalkan begitu saja ketika masyarakat sudah menerima perubahan zaman dengan kemudahan adanya ponsel Android dan Apple yang dianggap sangat benefit.

Dari kebangkrutan Nokia ini tentu Anda bisa belajar apabila Nokia bisa mengatasi permasalahan dalam persaingan global maka mungkin saja perusahaan tersebut masih berkiprah hingga sekarang.

Oleh karena itu, dalam berinvestasi, Anda tidak boleh seperti Nokia yang selalu merapa puas dan tidak pernah mengembangkan inovasinya. Anda sebagai pebisnis harus selalu membuat inovasi baru pada produk ataupun jasa yang Anda buat, dengan begitu bisnis Anda bisa berjalan baik dalam jangka panjang.

“Baca Juga 5 Strategi Marketing yang Dilakukan Oleh Apple”