fbpx
(021) 28541764

Bagaimana Caranya Menilai Sebuah Ide Bisnis?

12 December 2020

Cara Menilai Ide Bisnis

Membangun sebuah bisnis tidak berhenti pada bagaimana ide tersebut dicari dan diformulasikan. Ide-ide yang sudah Anda kumpulkan kemudian dinilai untuk mengetahui seberapa kuat ide tersebut bisa diimplementasikan menjadi sebuah produk. Tujuannya tentu agar ide Anda tadi sesuai dengan kebutuhan pasar. Mengetahui seberapa kuat ide untuk masuk ke dalam pasar tentu perlu dilakukan riset pasar.

Riset pasar adalah sebuah aktivitas penelitian yang dilakukan oleh individu untuk memperoleh informasi mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan produk. Riset ini biasanya dilakukan oleh perusahaan penyedia barang atau jasa yang membutuhkan data-data tertentu yang berguna bagi implementasi ide yang sudah didapatkan. Data tersebut diperoleh melalui penelitian mendalam dengan berbekal pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pada konsumen.

Secara teknis, riset pasar membutuhkan peralatan pengumpul data yang nantinya akan digunakan surveyor atau analisator untuk mengumpulkan data. Umumnya peralatan tersebut mencakup 2 hal. Pertama adalah kuesioner, dan kedua adalah alat rekam. Memang kedengarannya cukup sederhana, namun hasil wawancara yang telah diperoleh akan sangat berguna bagi perusahaan atau klien yang menggunakannya. 

Setiap orang bebas untuk melakukan riset pasar, asalkan mereka paham dan mengerti bagaimana cara untuk menjalankan riset tersebut. Tentu saja ini bukan main-main atau coba-coba, riset pasar selalu menerapkan sistematika pengumpulan informasi secara teratur. Sistem ini bergantung pada subjek atau objek penelitian serta menyesuaikan dengan tujuan dilaksanakannya riset tersebut. Relevansi riset pasar sangat bergantung pada kesesuaian antara teknik analisis dan spesifikasi usaha yang dijalankan. Agar lebih memahami, berikut ini adalah beberapa faktor yang perlu diinvestigasi saat melakukan riset pasar. 

1. Tren pasar

Tren merujuk kepada sebuah pola yang muncul akibat perubahan tertentu dalam satuan waktu. Pola ini dapat menunjukkan kepada Anda pergerakan atau perpindahan daya tarik konsumen terhadap suatu hal yang sedang terjadi. Misalnya tentang gaya berpakaian, smartphone keluaran terbaru, atau jasa pinjaman online mudah dan cepat. 

2. Segmentasi pasar

Dalam dunia riset, dikenal sistem pengelompokan konsumen secara khusus. Agar memudahkan proses analisis dan pengumpulan data nantinya. Segmen pasar yang sesuai dapat memberikan hasil analisis yang hampir mendekati sempurna, sehingga probabilitas riset pasar untuk berhasil semakin tinggi. Segmen tersebut meliputi gender, usia, atau keadaan demografis konsumen. 

3. Ketersediaan Informasi

Riset pasar bertujuan memperoleh informasi. Sehingga menjadi penting untuk mengetahui apakah informasi tersebut tersedia pada lingkup pasar yang akan dianalisis. Namun secara konseptual, informasi tersebut merupakan hasil olah pertanyaan yang kemudian dijawab oleh responden. 

4. Analisis SWOT 

Karena variabel analisis pasar yang cukup beragam, perlu dirumuskan metoda identifikasi jenis usaha yang tepat untuk mengaplikasikan riset. Analisis SWOT dapat memberikan pemahaman awal terkait kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang usaha di masa yang akan datang. Sehingga beban riset menjadi lebih ringan. Proses identifikasi usaha dapat membantu berjalannya riset sesuai rencana. 

5. Efisiensi Pasar

Terwujudnya riset pasar tidak terlepas dari kemampuan riset untuk menangani pasar dari berbagai tipe. Hal ini mengindikasikan pola konsumen yang melakukan pembelian atau aktivitas pasar. Bagaimana serapan konsumen terhadap informasi seputar produk tertentu dan seberapa kuat informasi tersebut mempengaruhi mereka untuk mengambil keputusan. 

Keuntungan Riset Pasar

Riset pasar menawarkan dua benefit utama bagi perusahaan. Pertama, yakni riset pasar memberikan peluang untuk melakukan tes produk di dalam sebuah kondisi pasar untuk mengukur seberapa tinggi minat konsumen terhadap produk tersebut. Benefit ini juga menguntungkan para manajemen atas dalam perusahaan untuk memberikan prediksi atau peramalan paling akurat terhadap titik keseimbangan/break even point (perusahaan tidak untung atau rugi). 

Benefit yang kedua adalah kemampuan riset pasar untuk menyediakan peluang bagi produk yang sifat jualnya hanya sementara atau edisi terbatas. Biasanya produk seperti memiliki kualitas dan nilai yang tinggi, sehingga dengan diterapkannya riset pasar, pihak Anda bisa menyadari kelemahan produk dan pola promosi yang salah untuk meningkatkan penjualan di kemudian hari. Hasil riset digunakan layaknya evaluasi atau saran untuk modifikasi dan pengembangan produk.

Lebih jauh lagi, riset pasar bisa membantu brand untuk menghasilkan informasi tentang besarnya pasar potensial suatu produk atau jasa sesuai target pasar. Informasi ini nantinya sangat berguna untuk menentukan target penjualan dan pencapaian market share di pasar. Nilai market share yang terlalu rendah tentu menjadi evaluasi bagi perusahaan untuk meningkatkan pemasaran melalui strategi-strategi baru. 

Selain itu, mengetahui tanggapan pasar terhadap suatu produk atau jasa juga merupakan manfaat dari riset pasar. Apalagi untuk sebuah produk atau jasa baru yang akan diluncurkan ke pasar. Hasil riset akan berguna sebagai bentuk prediksi atau peramalan yang nantinya akan disusun strategi pemasaran baru untuk meningkatkan penjualan. 

Di samping itu, riset pasar juga berfungsi sebagai media untuk memahami perilaku konsumen. Tentunya perilaku konsumen yang memang menjadi target pasar perusahaan terkait. Memahami perilaku konsumen berguna untuk menyusun pola pemasaran produk dan jasa yang tepat dan efektif.

Analisis riset pasar juga dapat dimanfaatkan sebagai pengukur efektivitas kampanye iklan atau promosi yang telah dilakukan. Dengan riset pasar, maka perusahaan atau brand bisa memilih media dan konten yang cocok dalam melakukan kampanye iklan perusahaan agar memperoleh feedback pasar secara maksimal. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa riset pasar sangat berguna untuk menghasilkan semua data dan informasi yang diperlukan dalam menyusun strategi pemasaran perusahaan atau brand secara keseluruhan. Selain itu, juga sangat membantu dalam menghasilkan data dan informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi strategi pemasaran yang sedang berjalan atau telah diimplementasikan.

Jenis-Jenis Riset Pasar

Semakin hari teknik riset semakin berkembang mengikuti dinamisnya kemajuan teknologi. Namun, pada hakikatnya riset pasar tetaplah sebuah aktivitas penelitian yang memerlukan campur tangan manusia. Implementasi teknologi belum bisa menggantikan faktor manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu, bila dilihat dari sudut pandang pelaku riset, ada 2 jenis riset pasar yang umumnya diterapkan, yakni analisis primer dan analisis sekunder.

Kedua tipe analisis ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, baik dalam hal penerapan maupun dalam skala pencapaian dan range pasal yang bisa dijangkau. Tapi pada intinya kedua riset ini bertumpu pada upaya pengelolaan informasi yang diterima dari konsumen untuk kepentingan perusahaan secara menyeluruh,

1. Riset Primer

Tipe penelitian ini merupakan wujud asli riset pasar yang dilakukan oleh diri sendiri atau menyewa orang lain melakukannya untuk kepentingan pribadi. Secara umum, riset ini memungkinkan terjadinya interaksi antara peneliti dengan responden. Proses penggalian informasi juga dilakukan secara konvensional, melalui tanya jawab berdasarkan pertanyaan dalam kuesioner, atau bersifat layaknya wawancara secara langsung. 

Model pengumpulan data lain seperti survei, grup diskusi, atau pertemuan dengan klien juga termasuk dalam kategori riset primer. Data yang dihasilkan lebih spesifik dan presisi karena biasanya menerapkan mekanisme eksplorasi dalam penerapannya. Namun, jenis riset pasar seperti ini memakan banyak waktu dan biaya dibandingkan riset sekunder. 

Riset primer memungkinkan pelaku survei untuk menginvestigasi isu spesifik yang berhubungan dengan usaha yang dijalankan. Selain itu, riset pasar primer juga menyediakan fleksibilitas bagi penggunanya untuk menentukan kebutuhan riset secara mandiri, misalnya tentang bagaimana respon user terhadap variasi kemasan yang dilakukan perusahaan, atau tentang seberapa besar konsumen mau untuk membayar produk baru. 

Hal-hal seperti ini tentu menjadi faktor esensial dalam menghasilkan data akurat dan sesuai fakta yang ada. Implementasi metodologi dan ilmu statistik juga sangat kental dalam riset ini. Target pasar yang seharusnya tidak bisa dijangkau menjadi semakin mudah untuk dijangkau dengan menggunakan bantuan  alat analisis, sehingga representasi konsumen atau responden terhadap validitas hasil semakin tinggi. 

2. Riset Sekunder

Tipe riset yang kedua ini merupakan hasil-hasil analisis yang telah dikumpulkan dan disusun oleh orang lain. Termasuk di dalamnya hasil laporan dari agensi pemerintah, organisasi dagang, atau penyedia jasa riset pada masing-masing lini bisnis dan industri. Perusahaan dengan skala kecil umumnya menggunakan data hasil riset dari topik yang sama sebelumnya. Hal ini dikarenakan kemudahan serta kecepatan penyelesaian riset sekunder dibandingkan riset primer. 

Ada banyak hasil riset sekunder yang dapat ditemukan secara online. Akses mudah dengan perantaraan internet mempercepat proses pengumpulan informasi yang dibutuhkan. Lalu yang paling penting, kebanyakan hasil riset sekunder adalah gratis alias tanpa biaya. Riset Sekunder juga dapat ditemukan pada majalah atau artikel yang termuat di surat kabar. Pengumpulan data juga bisa dilakukan secara runtut berdasarkan kalender waktu pencarian. 

Hasil data yang dipublikasikan pemerintah juga masuk ke dalam kategori riset sekunder. Namun, data yang dipublikasikan oleh perusahaan tertentu memerlukan izin dari perusahaan terkait untuk membukanya. Bahkan tidak jarang pula harus membayar kompensasi uang sebagai bentuk royalti kepada hasil riset yang dipublikasikan.

Kamu Mungkin Juga Suka…

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *