fbpx
(021) 28541764

Mencari Ide Bisnis Terbaik di Indonesia

14 November 2020

Mencari Ide Bisnis di Indonesia

Setiap orang memiliki cara dan metode berpikir masing-masing. Ada yang memiliki tingkat kecerdasan tinggi, ada pula yang rendah. Konsep berpikir secara konkrit justru datang dari keadaan yang sedang dihadapi oleh tiap orang. Bagaimana seseorang mampu menerjemahkan keadaan buruk menjadi sebuah kesempatan berharga? Jawabannya muncul dari ide yang mereka gali dari alam pikir. Ide atau idea dimaknai sebagai landasan awal memulai sesuatu. Ide pulalah yang memberikan kemauan untuk bergerak dan bekerja.

Steve Johnson, seorang peneliti yang menulis buku “Where Good Ideas Come”, mempercayai bahwa Anda mampu mengembangkan ide-ide hebat ketika mengalami beberapa hal berikut ini, 

1. Melakukan penjelajahan dan eksperimen dalam berbagai bidang. 

2. Membiarkan ide Anda berkembang perlahan seiring berjalannya waktu

3. Anda sedang berpetualang dan punya pemikiran terbuka tentang gagasan secara kebetulan

4. Melakukan kesalahan

5. Anda sedang mencari manfaat dari penemuan lama

6. Anda sedang membangun platform yang telah ada sebelumnya

Konsep yang sama berlaku pada dunia bisnis. Sebelum memulai bisnis, seseorang tentu memiliki ide yang relevan dengan orientasi bisnis yang ingin digeluti. Namun sayang, tidak semua orang mampu memunculkan ide tersebut. Sebagian yang lain memiliki ide, tapi tak mampu mengimplementasikannya ke dalam bentuk bisnis secara nyata. Padahal ide bisa ditemukan dari hal-hal yang tidak terduga, yang selama ini tidak terpikirkan oleh siapapun.

Lantas, bagaimana cara memunculkan ide tersebut? Nah,  pemaparan berikut ini bisa Anda terapkan untuk memancing ide-ide kreatif bagi bisnis Anda nantinya.

1. Ide Bisnis untuk Menyelesaikan Masalah

Umumnya Anda akan lebih mudah mengeluarkan ide atau solusi kreatif ketika sedang menghadapi masalah. Paling mudah adalah ketika Anda yang mengalami masalah pribadi, atau bahkan masalah yang dihadapi oleh orang lain. Ambil contoh sebuah perusahaan bernama Fresh Step. Mereka berfokus menyelesaikan permasalahan kucing yang sering membuang kotoran tidak pada tempatnya. Mereka menciptakan sebuah wadah berisikan pasir khusus yang akan membuat kotoran kucing menjadi menggumpal sehingga lebih mudah untuk dibersihkan. Bila ditelaah, ide tersebut muncul dari permasalahan kotoran kucing. Menyelesaikan permasalahan tersebut dengan pasir khusus, merupakan wujud nyata dari ide itu sendiri.

Contoh lain dari ide bisnis yang muncul karena permasalahan orang lain adalah Go-Pro, sebuah perusahaan kamera yang didirikan ada tahun 2002. Pendiri Go-Pro yakni Nick Woodman melakukan perjalanan wisata selancar ke Indonesia. Namun dia tidak menemukan fotografer amatir yang bisa cukup dekat untuk merekam foto dan video dirinya ketika berselancar. Bahkan untuk video dan foto biasa saja memerlukan biaya dan peralatan yang cukup mahal. 

Permasalahan tersebut memunculkan ide untuk membuat kamera yang bisa melakukan rekam foto dan video pada kondisi medan yang sulit. Sehingga tercetuslah kamera Go-Pro, sebuah kamera HD dengan lensa sudut lebar. Mampu mengambil video sangat baik dengan pengambilan gambar aksi yang bagus. Kelebihan Go-Pro lainnya adalah dapat dibawa ke tempat yang sulit dijangkau oleh kamera lain pada umumnya. Seluruh aktivitas bisa terekam dengan mudah, mulai dari scuba diving, sepeda gunung, hingga perekaman menggunakan pesawat drone. 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa Anda dapat memunculkan ide kreatif dengan cara mengidentifikasi masalah serta menghadapinya. Anda juga bisa mengambil pengalaman orang lain ketika menghadapi masalah, kemudian mencari solusinya dengan potensi kesempatan bagi Anda untuk membuka bisnis baru. 

2. Beradaptasi dengan perubahan kebutuhan

Bicara tentang kebutuhan, tentu bicara mengenai hal hal yang memang wajib terpenuhi. Namun, seiring berjalannya waktu, ada pergeseran makna kebutuhan menjadi lebih luas. Apalagi zaman sekarang ini, segala sesuatu dengan mudahnya dimaknai sebagai kebutuhan. Yang paling penting adalah bagaimana untuk menyelesaikan persoalan kebutuhan tersebut.

Disinilah letak ide Anda bisa dimaksimalkan. Mulai mengidentifikasi kebutuhan masa kini, memungkinkan Anda untuk mendapatkan ide kreatif. Contohnya adalah layanan penyimpanan berbasis cloud yang ditawarkan di internet. Karena adanya perubahan kebutuhan penyimpanan lebih besar. Maka orang-orang beralih ke penyimpanan gratis di Internet, daripada harus membeli tempat penyimpanan fisik seperti kartu SD, atau hardisk. Efisiensi yang ditawarkan sangat baik sehingga akses untuk membuka data kapanpun menjadi terpenuhi.

3. Cara untuk Menghemat Uang

Cara lain untuk mendapatkan ide adalah dengan berpikir tentang menghemat uang pribadi dan orang lain. Apalagi kalau Anda mengerti bahwa dengan memilih produk yang bisa menghemat uang, Anda telah memperoleh untung dari pembelian tersebut. Ambil contoh ketika Anda membeli bola lampu. Anda diharuskan memilih membeli bola lampu 23 watt atau 100 watt. Perbedaannya terletak pada seberapa banyak uang yang harus Anda keluarkan. Dan umumnya kebanyakan orang akan memilih untuk membeli lampu 23 watt karena harganya lebih terjangkau. Meskipun memang lampu 100 watt lebih tahan lama. Pilihan tersebut didasari oleh harga termurah sehingga bisa lebih hemat dan menyimpan lebih banyak uang. 

Konsep seperti ini bisa Anda jadikan acuan untuk memunculkan ide yang sama dengan keadaan berbeda. Mulailah memperhatikan sekeliling Anda, identifikasi perbedaan harga. Mulailah membuat sesuatu yang lebih terjangkau harganya, agar orang orang memilih produk Anda.

4. Memikirkan sesuatu yang mempermudah hidup seseorang

Mesin kopi otomatis mempermudah Anda untuk menikmati kopi hangat di pagi hari. Sebuah vacuum cleaner mempermudah Anda untuk membersihkan debu dan kotoran yang sulit dijangkau. Keranjang tempat sampah berukuran besar mempermudah Anda membuang sampah ke tempat pembuangan sampah akhir. Hal-hal yang sifatnya mudah dan instan sangat disukai orang. Oleh karena itu, Anda bisa mulai mengidentifikasi cara untuk mempermudah aktivitas orang di sekeliling Anda. Namun, jangan terpaku pada menciptakan atau membuat produk. Anda juga bisa berangkat dari produk yang sudah ada, kemudian menambahkan inovasi sesuai ide yang telah Anda pikirkan. Tampilkan kelebihan dari produk sebelumnya serta permudah orang dalam menggunakan produk tersebut. 

5. Mulai dari hobi Anda

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, memunculkan ide adalah sebuah proses tak terduga. Ide bisa muncul dari hal-hal sederhana yang ada di sekitar kita. Mari mulai dengan hobi yang Anda sukai. Hobi tersebut telah Anda lakukan dalam waktu yang cukup lama. Bahkan Anda merasa kalau itu seperti kebiasaan yang mengasyikkan. Langkah selanjutnya adalah memikirkan bagaimana hal itu bisa menjadi sebuah bisnis. 

Ada beragam hobi yang berpotensi menjadi sebuah ide bisnis.  Mulai dari mengecat kaca, menulis, membuat dan memperbaiki perhiasan, membuat kaligrafi, membuat konten video media sosial, dan lain sebagainya. Jika Anda merasa mahir untuk melakukan hal-hal yang telah disebutkan tadi dan sedang mencari ide untuk berbisnis. Anda bisa memikirkan untuk menggunakan hobi tersebut menjadi bisnis baru yang menguntungkan. 

Ada banyak ide yang bisa ditemukan melalui satu hobi. Ambil contoh hobi menulis cerpen. Bila Anda ingin memperoleh keuntungan dari hobi tersebut, Anda bisa mulai menjual tulisan cerpen tadi ke penerbit buku. Atau membuat buku sendiri menggunakan cerita dari cerpen Anda. Pada intinya, Anda dituntut untuk mengubah hobi menjadi keuntungan pribadi. Contoh lain bila Anda memiliki hobi bernyanyi. Anda dapat menawarkan diri sebagai penyanyi di kafe tempat Anda menghabiskan waktu. Atau membuat konten tutorial menyanyi di platform media sosial milik Anda. 

Melalui cara ini, bisnis baru yang Anda buat terasa lebih menyenangkan untuk dijalankan, karena Anda menikmati setiap prosesnya. Seiring berjalannya waktu, Anda juga perlu hati-hati bila di kemudian hari Anda merasa hobi tersebut menjadi kurang menyenangkan. Hal ini disebabkan oleh pergeseran fungsi hobi menjadi sebuah kewajiban untuk menghasilkan uang. Apalagi jika ada deadline dan keharusan untuk memenuhi permintaan pelanggan. 

6. Mencari Pengalaman Baru

Untuk memunculkan ide, terkadang Anda memerlukan suasana baru. Kebosanan terhadap rutinitas atau hal yang itu-itu saja, akan mengurangi kemampuan Anda untuk berpikir kreatif. Kemampuan berpikir seperti ini dikenal dengan istilah “thinking out of the box” atau berpikir di luar kebiasaan pada umumnya. Oleh karena itu, Anda perlu lebih banyak pengalaman baru. 

Anda bisa belajar dari Bill Gates. Beliau sangat percaya pada hal-hal yang sifatnya tak disengaja atau kebetulan untuk menghasilkan ide-ide baru. Hal ini mendorong ia untuk menyempatkan diri membaca buku dengan beberapa subjek yang berbeda, sehingga dia memperoleh wawasan luas serta ide-ide baru yang lebih brilian.

Lebih lanjut lagi, Nirmalya Kumar, seorang profesor pemasaran di London Business School, Inggris. Mengetahui dengan pasti bahwa untuk mendapatkan ide-ide baru, ia harus mencari dan melihat hal baru di luar bisnis atau industri yang telah ia miliki. Beliau juga mengatakan bahwa bila ia tidak membaca atau mencoba berkoneksi dengan topik lain, ia akan menulis dan mengatakan hal yang sama seperti orang lain. Ia menyarankan untuk terus menemukan ide-ide baru di luar bisnis dengan cara mencari korelasi yang tepat antara orang di sekitarnya. 

Cara sederhana lain yang dapat Anda terapkan untuk memunculkan ide adalah dengan melakukan lebih banyak aktivitas. Anda juga bisa mempelajari studi kasus terbaru tentang bisnis lain atau berbicara lebih banyak dengan orang lain. Cara ini terbukti mampu mendorong pola pikir Anda agar lebih kreatif, dan tidak terbatasi oleh hal-hal yang telah Anda ketahui sebelumnya. 

7. Mencuri Ide Orang Lain

Tidak ada yang salah dengan melakukan cara ini. Meskipun terdengar negatif, cara ini sering digunakan dalam proses bisnis yang telah berjalan. Anda hanya perlu berfokus untuk mengembangkan ide tadi ke dalam bentuk yang lebih sempurna. Proses pengembangan ide dari orang lain sangat dipengaruhi oleh kreativitas Anda dalam menerjemahkan ide tersebut. 

Penulis terkenal J.K Rowling, banyak melakukan “pencurian” ide dalam cerita Harry Potter miliknya. Beberapa sekuel buku menggambarkan konsep cerita yang dikembangkan dari buku orang lain. Ada beberapa segmen yang menampilkan monster yang sama namun dalam alur cerita berbeda. Jadi sah-sah saja untuk mencuri ide, asalkan ide yang kalian curi tidak diimplementasikan sama seperti milik orang lain. Anda bisa menambahkan atau mengurangi sesuatu di dalamnya. Intinya sama seperti yang pernah dikatakan Albert Einstein. “Kreativitas terbaik muncul ketika Anda tahu bagaimana menyembunyikan sumbernya”. 

Setelah membaca tulisan ini mungkin Anda langsung mendapatkan sebuah ide bisnis baru. Hal yang paling penting adalah bagaimana Anda mampu mengubah pola pikir sempit dan terbatas pada suatu hal. Perluaslah wawasan Anda dengan banyak membaca. Apabila Anda telah mampu memunculkan ide tersebut, jangan lupa untuk menuangkannya ke dalam bentuk kerangka bisnis. Mulailah merencanakan ide tersebut ke dalam kerangka bisnis. Supaya lebih  mempermudah Anda untuk menjalankan usaha di kemudian hari. 

Artikel selanjutnya akan membahas mengenai bagaimana mengolah ide tersebut menjadi sebuah produk yang memiliki nilai bisnis yang baik. Hal ini akan memudahkan Anda dalam implementasi dan mengolah ide-ide yang Anda temukan untuk berbisnis. Simak artikel selanjutnya untuk mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam mengolah ide bisnis.

Bibliografi Sumber

Bplans.com. How to Come up with Hundreds of Business Ideas. Diakses pada 28 Oktober 2020, dari: https://articles.bplans.com/business-ideas/create-hundred-of-business-ideas/

Kamu Mungkin Juga Suka…

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *